15 Maret 2014

Kursi Kosong yang Menanti dari Masa Lalu


Kursi Kosong yang Menanti dari Masa Lalu
Saya rindu sosok kosong dari masa lalu.
Merindukan sosok pemarah, acuh tak acuh, tetapi antusias! Rindu berkencan dengan pembuat onar dalam diri. Kata Emak, dia bersedia mencintaiku, apapun rupaku, meski rupa tikus! Kata Ayahku? Ia tak pernah berkata apapun, kecuali aku cantik. Bahkan sampai terakhir kali kami bersua, ia tak pernah berikrar bahwa ia mencintaiku. Ia lebih senang bersua tentang Antasari atau Persebaya, bukan aku. Sementara aku, lebih suka mengacuhkan setiap pesan singkatnya dibandingkan meneleponnya. Lalu menghujat, "Bapak, apa Kau cinta padaku?". Setelah meninggalkan kami dan mengutusku sebagai anak perempuan pertama, sosok kosong itu lenyap bersamanya. Jiwa kekanak-kanakan yang dititipkannya, turut dibawa pergi. Jika diterjemahkan dalam bahasa sosial, aku lebih manusiawi dengan sendiri.

19 November 2013

Little Traveller : Gunung Api Purba Nglanggeran




Hey guys, this is my first time blogging in English. I think my grammar is creepy! So, just enjoy my pictures and my story. I and my friends, Junki and Win-win went to Gunung Api Purba Nglanggeran in Pathuk, Gunung Kidul, Yogyakarta. Yogyakarta tourism is not always about Malioboro, Keraton and Paratritis Beach, isn't? Actually,  Yogyakarta have many beautiful sightseeing such us Mt.Merapi and Gunung Api Purba Nglanggeran. I'am too afraid to climb Mt. Merapi. Because of this reason I went to Nglanggeran and hiking!Nglanggeran is not volcano. Really save to hiking there. We took motorcycle from Sleman to Nlanggeran. We bought ticket 5 IDK/person (in 2013). 


7 Oktober 2013

Penjajahan Tuan


Saya punya sebuah cerita. Cerita ini murni indah. Cerita yang telah berlumut jauh di dalam memori. Saya bukan tipe pengingat ulung, hingga suatu saat saya takut bahwa Tuan adalah anonim yang saya lupa. Bahwa Tuan pernah singgah dan mengelus hati saya dengan pelan. Bahwa suatu ketika Tuan mampir, mengetuk logika dengan warna baru. Tuan membuat saya jauh lebih hidup, mengenal  penghargaan dan subjektivitas. Saya lebih tahu daripada Tuan, ini cukup mempersulit. Saya sering menawar dan terus-menerus gagal. Cukup jenuh untuk tahu apa Tuan memang benar-benar ada.

Suatu malam, Tuhan pernah menegur saya dalam sebuah mimpi "Dia bukan jodohmu", kata Tuhan, lalu saya terbangun dengan gemetar dan berdoa kembali "Tuhan, semoga dia menjadi jodohku".

Saya selalu nekat dan bergerak di luar nalar. Saya khawatir jika menyerah sekarang, itu benar-benar menjadi usaha terakhir saya untuk Tuan. "Tuan, mungkin Anda seorang pelupa. Anda melupakan hal-hal penting yang masih belum terjawab, saya".

Apakah saya belum cukup sempurna untuk meyakinkan Tuan bahwa ini benar-benar terjadi? Apakah saya harus menjadi goblin-goblin aneh dan mengerjakan lelucon setiap pagi. Saya sudah menyerah menjadi pelawak sejak kecil, tapi berpapasan dengan Tuan, seketika saya menjadi pelawak jadi-jadian. Melawak dan menghilang lagi, "Menatapmu itu suatu anugerah, meski jauh dan lelah" .

Saya tak pernah mengeluh bahwa segalanya akan menjadi melelahkan, tetapi jauh melelahkan melihat Tuhan berharap dalam diam. Tuan membisu dan membiarkan saya sendirian sekali lagi. Ini bukan final, mungkin, karena saya masih di tempat kemarin, Tuan. Saya masih di tempat yang sama di mana Tuan duduk sejak tiga tahun yang lalu, menunggu.

"Tiga tahun telah menjadi bukti bahwa waktu bukan masalah. Waktu adalah langkah indah untuk menyatakan rasa suka saya kepada Tuan".

"Asal Tuan tahu, di sini masih sepi. Tuan, apakah Anda seorang pemalas?"

Memori-memori ini saya susun kembali, meski tidak lagi runtut! Saya menyesalinya, dari sekian banyak hal kebaikan, entah bagaimana hanya ada ketololan kita. Hanya hal-hal kecil yang masih tersisa, hingga alasan-alasan penting telah lenyap. Saya benar-benar lupa sejak kapan saya kecanduan Tuan.

"Mulut ini mengunci, badan ini telah lumpuh, entah bagaimana caranya, matamu selalu terbaca oleh mataku yang memandangmu dari belakang"-Bangcok

21 September 2013

Mangafest 2012 : Janji yang Kutepati Beb!

Persembahan Mangafest untuk kita

Mangafest 2012 boleh saja telah berlalu? Namun, jangan heran kawan, ingatan itu akan terus mematung di otak saya. Peristiwa ajaib! Andaikata bisa dimasukkan dalam skripsi sejarah, pasti akan saya jadikan pilihan pertama. Peristiwa yang membuat saya kalang kabut, menangis, marah, nekat, stres tentunya. Acara yang membuat saya mabuk kepayang tanpa 'ngombe', ngumpat setiap berapa jam sekali, membuat saya jatuh miskin berlarut-larut. Namun, apa saya menyesal?Tidak! Saya tertawa lebar saat acara selesai.

16 September 2013

Napak Tilas Penjelajahan UFO


"Menjadi kanak-kanak sepertinya bukan hal yang buruk. Lagipula aku terlalu jenuh mempertontonkan segala ketidaksukan, aku ingin tumbuh menjadi kanak-kanak sekali lagi..."


Untuk dekat dengan anak-anak, kita harus menjadi anak-anak terlebih dahulu


Meskipun sesi sibuk cukup melelahkan, tidak dapat dipungkiri bahwa UGM benar-benar membutuhkan KKN(Kuliah Kerja Nyata). Bangku kuliah tidak menjamin, bahwa intelektual-intelektual ini mampu bertahan di masyarakat, KKN mengajari saya banyak hal. Masyarakat mendidik saya secara manusiawi dengan cara yang kadangkala sulit untuk diterima, tapi di tempat KKN pula saya belajar maklum.

24 Juni 2013

KONSUMSI ‘PRESTISE’ PADA MOTOR ‘RASA’ BATIK
(Konsumsi Gaya Hidup Intelektual ‘Baru’)

Sumber gambar: portalberitanews.blogspot.com

Masyarakat Komunal dan  Monopoli Selera 
Status sosial masyarakat Indonesia dikenal luas sebagai masyarakat komunal, masyarakat  yang menjunjung tinggi hasil pencapaian bersama. Status yang pada hakikatnya tidak bermakna baik dan buruk, tetapi pada realitanya berusaha untuk menampikkan dilema. Di dalam masyarakat komunal, suatu individu ataupun benda akan memiliki ‘nilai’ jika telah diamini dan disahkan oleh masyarakat.  Individu harus mampu memahami penempatan diri yang tepat, jika mengharapkan adanya pengakuan. Siklus ini disadari ataupun tidak menyebabkan pengklasifikasian kelas yang semakin nyata.  Masyarakat dengan sendirinya menciptakan indikator kelas, apakah seorang individu masuk kelas atas, menengah dan kelas bawah. Dengan adanya indikator ini, jika suatu individu memiliki kemiripan terhadap suatu kelas, masyarakat akan memasukkan individu tersebut dengan ciri kelas terdekat. Salah satu indikator yang sering menjadi acuan yaitu selera konsumsi.

22 Mei 2013

"Kutukan Entah"



Wahai malam yang budiman, hari ini 'entah' menjengukku lagi. Radang gila mengutukku, sedikit demi sedikit menggrogoti kewarasanku yang tinggal seperempat. Terlalu banyak kelebat-kelebat minta tempat, menjadi pungli dalam diriku sendiri. Hari berayun-ayun manja, minta digoda lalu mendurhakai diriku yang sudah kelewat simpati. Saya punya mimpi, tetapi mimpi saya tidak pernah berbunyi jelas. Kadang-kadang berbunyi vokal setengah konsonan atau vokal cadel sedikit basah. Apakah dunia mengerti? Tidak, dunia akan saya biarkan buta sampai mampus, karena dunia tidak butuh manusia dengan kewarasan seperempat.Ranjau yang terasah bertahun-tahun, saya lempar ke arah musuh yang memantul dari kaca. Entah sejak kapan anak ingusan ini duduk manis menjadi pujangga, sesekali menggurui para pemalas dengan teori semalam jadi, dan memberikan sedekah kosong yang diamini. Saya khilaf kepada entah!

Seringkali, menertawai orang-orang yang lari dengan setelan kemben, sarung atau celana tanpa jahitan. Mereka hanya berlari dengan kekuatan spontan, bukan demi mimpi-mimpi tolol saya. Menjadi dewasa berarti tidak lagi membutuhkan sanjungan, penjilat amatir, ataupan teman titipan. Pada akhirnya Anda akan  menolong diri Anda sendiri. Kini, saya tidak lagi takut pada gelap ataupun hilang nyali. Karena ketakutan terbesar, yang selalu saya pendam selama ini adalah fakta bahwa kehadiran saya di dunia ini tidak memiliki arti apa-apa. Tidak mampu merubah apapun. Tetangga saya akan tetap miskin seperti dulu, bahkan miskin berlarut-larut! Saat anak-anak kecil tumbuh dewasa secara instan, saya mungkin masih berkutat pada teori-teori yang menumpuk di kepala. Selamat Datang Zaman Gila!!! Entah telah mengutukku!!!